my rooms...

It's about experiences, tasks, knowledges, .......

Selasa, 02 Maret 2010

Analisis Sektor Unggulan dan Komoditas Unggulan Pertanian di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro

Faktor – faktor yang bisa membuat suatu daerah memiliki keunggulan komparatif dapat berupa kondisi alam, yaitu sesuatu yang sudah given, tetapi dapat juga karena usaha – usaha manusia (Tarigan, 2007). Dalam perencanaan kawasan agropolitan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO), kondisi yang sudah given adalah produksi pertanian yang berlimpah dan menjadi sektor unggulan daerah. Sedangkan usaha – usaha manusia yang dapat menjadi keunggulan kawasan dapat berupa usaha pengolahan produk (diversifikasi produk) serta koordinasi yang baik antara semua pihak dalam upaya mengembangkan kawasan.

Berkaitan dengan sesuatu yang given, suatu kawasan harus memiliki komoditas unggulan sebagai dasar bagi pengembangan lewat program agropolitan. Komoditas pertanian dalam lokasi perencanaan harus memiliki peran yang nyata dalam kontribusi pada Pendapatan Regional Bruto Daerah (PDRB) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO). Selain itu, perlu ditetapkan komoditas pertanian mana yang akan berperan sebagai komoditas unggulan, andalan dan potensial. Untuk mengetahui peran serta jenis komoditas unggulan dalam kawasan, maka dilakukan analisis Location Quotient (Kuosien Lokasi/LQ). Analisis ini digunakan untuk membandingkan besarnya peran sektor/industri pertanian di dalam kabupaten terhadap peran sektor/industri yang sama di tingkat provinsi dan menentukan komoditas yang menjadi unggulan kawasan. Apabila LQ > 1 artinya peranan sektor tersebut di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO) lebih menonjol daripada peran sektor yang sama di tingkat provinsi, dengan demikian produksi pertanian dengan komoditas tertentu surplus di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO) sehingga dapat diekspor ke daerah lain.
3.1 Sektor Unggulan Daerah

Seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya, sektor yang memegang peranan sebagai sektor unggulan di daerah ini adalah sektor pertanian. Analisis terhadap peran sektor pertanian dilakukan dengan menggunakan data BPS 2008 karena ketersediaan data yang didapatkan secara lengkap untuk Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO) adalah pada tahun 2008.
Sulawesi Utara dalam Angka 2008 mencatat PDRB Provinsi Sulawesi Utara untuk sektor Pertanian pada sub sektor Tanaman Perkebunan (non food crops) atas harga berlaku adalah Rp.1.113.701.062,- atau memberikan kontribusi sekitar 7,73% ke tingkat provinsi atau 35,85% kontribusi ke sektor Pertanian. Data PDRB Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO) tahun 2008 menunjukkan kontribusi sub sektor Tanaman Perkebunan ke sektor pertanian adalah 44,64% atau sekitar 15,3 % pada pendapatan daerah. Dengan membandingkan peran keduanya didapatkan LQ kab adalah 1,995 atau LQ > 1. Hal ini menunjukkan bahwa sub sektor tanaman perkebunan berada pada posisi surplus sehingga kegiatan ekspor dapat dilakukan dan peran hasil tanaman perkebunan menunjukkan posisinya sebagai sektor unggulan daerah.

3.2 Komoditas Unggulan Kawasan

Dengan menggunakan analisis yang sama (LQ), dilakukan penilaian terhadap komoditas perkebunan yang ada dalam kawasan. Komoditas yang dianalisis adalah komoditas perkebunan dengan hasil terbesar yaitu kelapa dan pala. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data produksi perkebunan rakyat untuk kelapa dan pala di Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan data seperti dapat dilihat pada tabel berikut, diketahui bahwa komoditas kelapa unggul di Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa Utara. Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro yang pada data tersebut masih digabungkan dengan kabupaten induk yaitu Kabupaten Kepulauan Sangihe, hanya menempati posisi ke – 7 untuk produksi komoditas kelapa. Melalui data ini, diketahui bahwa kelapa walaupun menunjukkan jumlah hasil produksi yang besar di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, tidak dapat menjadi komoditas unggulan daerah karena dari segi jumlah produksi masih jauh dibandingkan kabupaten lain di tingkat provinsi. Sedangkan untuk komoditas pala, seperti dapat dilihat pada tabel, hasil produksi terbesar berasal dari Kabupaten Kepulauan Sangihe (termasuk di dalamnya Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro). Dengan demikian, data tabel memperlihatkan komoditas pala merupakan komoditas unggulan daerah dengan kontribusi hasil produksi pala sebanyak 88% dari jumlah produksi pala di tingkat provinsi.

Tabel 3.1















Berdasarkan kesimpulan tersebut, pembahasan selanjutnya difokuskan pada aktifitas agribisnis pala sebagai komoditas unggulan di Kawasan Agropolitan Siau Tagulandang Biaro.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar